Uang Tunai Mulai Tergeser, Berapa Sih Saldo Maksimum E-Money?

Saldo Maksimum E-money

Sepertinya semakin kesini penggunaan uang tunai akan semakin tergeser. Dimulai dari hadirnya kartu kredit dan kartu debit, saat ini hidup masyarakat semakin dipermudak lagi dengan hadirnya e-money. Apa itu e-money? E-money dapat dikatakan pula sebagai uang elektronik yang dihadirkan oleh berbagai perbankan yang ada di Indonesia. Sebut saja seperti E-money Mandiri dari Bank Mandiri, Flazz dari Bank BCA, Tap Cash dari Bank BNI, dan Brizzi dari Bank BRI.

Yang pada awalnya e-money diperuntukan sebagai pengganti uang tunai ketika ingin berbelanja, namun sepertinya pemerintah ingin mulai menerapkan kebiasaan cashless kepada masyarakat secara luas. Seiring berjalannya waktu, penggunaan e-money mulai tersebar luas di berbagai aspek, seperti makan di restoran, berbelanja di mini market atau super market, mengisi bensin, hingga pembayaran untuk masuk tol dan parkir.

Nah, bagi yang memang sebagai pengguna setia e-money di kehidupan sehari-hari, sebenarnya kamu tahu tidak sih berapa saldo maksimal yang bisa terdapat di dalam e-money?

Sebenarnya kebijakan ini baru mulai diberlakukan oleh Bank Indonesia pada bulan Ramadhan kemarin seiring dengan banyaknya masyarakat yang melakukan mudik. Saldo e-money yang pada awalnya hanya sampai 1 juta rupiah saja, saat ini sudah meningkat menjadi 2 juta rupiah. Hal tersebut bersamaan dengan diterbitkannya Peraturan BI nomor 20/6/PBI/2018 mengenai uang elektronik.

Untuk pengisian saldo itu sendiri, dapat dilakukan melalui ATM atau digerai indomaret terdekat. Pada awalnya, kebijakan ini diperuntukan untuk mempermudah para pemudik yang melalui jalur tol agar sampai di lokasi tujuan. Berhubung saat ini sudah hampir seluruh tol tidak lagi menerima uang tunai melainkan e-money, maka selain menambah saldo, sudah tersedia pula kartu-kartu e-money di setiap jalur tol bagi para pemudik yang membutuhkan.

Bagi kamu yang menggunakan e-money, bagaimana sih cara aman menggunakan e-money?

Cara Aman Menggunakan E-Money

1. Miliki dompet kartu sendiri agar tidak sering tertinggal

Kartu berbentuk ramping memang terkadang sering kali membuat kita lalai dan tertinggal. Padahal kebutuhan kita akan karu e-money sangatlah tinggi. Ketika ingin berbelanja tetapi justru lupa membawa e-money mungkin akan menjadi peristiwa yang mengesalkan. Nah, agar tidak sering tertinggal ada baiknya bila kamu memiliki dompet kartu sendiri yang selalu digantungkan di leher kemana pun kamu pergi.

2. Selalu cek saldo

Aktivitas berbelanja juga akan menjadi menjengkelkan jika kamu baru tahu bahwa saldo kartu e-money mu justru tidak mencukupi. Maka dari itu, kemanapun kamu pergi, khususnya bila tengah menaiki krl atau busway, rajin-rajin lah untuk mengecek saldo dan bila saldo nominal tinggal sedikit, segeralah diisi agar tidak lupa.

3. Cek saldo kembali sehabis melakukan transaksi

Nah setelah melakukan transaksi, jangan lupa pula untuk kembali mengecek saldo yang tersisa. Kamu bisa sekaligus menghitung berapa biaya perjalanan yang telah kamu lakukan. Hal tersebut untuk mengantisipasi bila kamu berencana untuk melanjutkan perjalanan dengan armada lainnya yang juga turut menggunakan e-money sebagai media pembayaran, kamu sudah memiliki saldo yang mencukupi.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran dari e-money sangat membantu sekali dalam melakukan berbagai transaksi di kehidupan sehari-hari. Hanya saja, e-money penggunaannya jelas berbeda dengan kartu debit. Jika kita bisa melakukan berbagai transaksi menggunakan kartu debit, mulai dari menerima uang, transfer, membayar berbagai bentuk tagihan dan sebagainya, maka e-money murni hanya digunakan sebagai media pembayaran saja dan hanya sebagai pengganti pembayaran uang tunai saja.

Mau mengetahui informasi lainnya mengenai penggunaan e-money? Yuk baca informasi lebih lanjutnya di https://www.cekaja.com/info/mudahkan-pemudik-bi-izinkan-saldo-e-money-bisa-top-up-sampai-rp2-juta/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *